Produsen Furnitur Indonesia Yang Sedang Berkembang Mengganti Mesin Lama dengan Sawmills Modern

By Wood-Mizer, Indonesia

Tag
Countries

 

Doddik Sulistiono adalah pemilik Citra Fajar Utama - sebuah perusahaan pengolahan kayu dan manufaktur furnitur di wilayah Klaten, Jawa Tengah, Indonesia.

"Kami mengolah sonokeling [rosewood India] dan jati," kata Sulistiono, "Menjadi berbagai produk seperti profil cetakan dekoratif, bahan gitar, papan laminasi. Kami juga memproduksi furnitur dari sonokeling dan jati jati. Kami memasok ke lokasi Starbucks di seluruh Indonesia untuk table top."

Selain permintaan lokal, perusahaan juga mengekspor kayu dan furnitur mereka ke China, Korea Selatan dan Taiwan.

 

 

"Proses produksi kami dimulai dengan memotong log kami di penggergajian kayu, dan kemudian mengukur ukuran untuk papan."

Perusahaan ini menggunakan bandaw vertikal tradisional untuk semua pemotongan log mereka. Mereka mulai mencari opsi lain dan mencoba penggergajian WoodMizer. Mereka sangat terkesan dengan kualitas permukaan dan pemulihan, mereka membeli tiga Wood-Mizers - LT15 dan dua penggergajian LX100.

"Mengapa saya menggunakan Wood-Mizer?" sulistiono menjelaskan. "Itu karena harga log sangat mahal saat ini. Kita perlu menghemat lebih banyak kayu dari setiap batang kayu, ditambah kita membutuhkan permukaan yang berkualitas lebih baik. Jadi penggergajian kayu WoodMizer sangat penting untuk proses produksi kami."

 

 

"Kami dapat mengurangi biaya kami - terutama biaya produksi kami turun setelah kami menerapkan penggergajian Kayu WoodMizer. Karena kami mendapatkan kualitas permukaan yang lebih baik, kami tidak perlu mengirim kayu melalui planer lagi."

Richard Soegitanto, salah satu agen Wood-Mizer di Indonesia berbagi lebih banyak: "Informasi yang kami dapatkan dari pelanggan ketika mereka menggunakan mesin Wood-Mizer adalah bahwa mereka bisa mendapatkan pemulihan 15-18% lebih banyak daripada bandaw tradisional. Jadi sekarang kami memiliki banyak instalasi LT15 dan LX100 di pasar. Dengan menggunakan Wood-Mizer mereka bisa mendapatkan permukaan yang lebih baik, dan mereka melewatkan proses planner.

 

 

"Mereka menggunakan pisau RazorTIP, karena seperti yang Anda tahu sonokeling dan rosewood Indonesia adalah kayu keras. Dan mereka sangat senang dengan kualitas yang mereka dapatkan. Mereka menggunakan [pisau] selama sekitar dua jam dan kemudian mereka mendinginkannya, mempertajam dan menggunakannya kembali keesokan harinya."

"Kami dapat memotong sekitar 25-30 meter kubik kayu dengan satu pita gergaji," kata Sulistiono.

Sulistiono menggunakan beberapa bandsaw vertikal untuk mengikuti pemenuhan pesanan, tetapi saat ini ia sedang membangun area manufaktur baru dan berencana untuk terus menambahkan penggergajian kayu WoodMizer saat bisnisnya tumbuh.

 

 

"Kami memutuskan untuk membeli satu penggergajian LX100 dan LT15 lagi. Di masa depan kami berencana untuk membeli penggergajian LT40 atau LT70 sehingga produktivitas kami akan meningkat secara signifikan, terutama selama proses pemotongan log."

"Di Indonesia saat ini, ada kekhawatiran yang berkembang tentang perlunya memotong kayu dengan bijak dan tidak memotong kayu sembarangan, sehingga hutan dan pohon kita yang kita proses dapat terus tersedia di masa depan."

"Dan untuk pohon-pohon besar yang masih kita miliki, kita harus melestarikan sumber daya itu. Kita tidak bisa memotong sembarangan sehingga hutan dan pohon kita tersedia bagi keturunan kita di masa depan.

Berlangganan untuk Menerima Pembaruan Email
Jadilah yang pertama mendengar tentang produk baru, promosi, proyek pelanggan, dan lainnya dengan Newsletter Wood-Mizer gratis kami. Daftar hari ini!
WA button WA button